Putih Abu Takkan Kembali

Lagi ngelamun di kantor seketika teringat masa SMA, ga tau kenapa. Mungkin gara-gara malem minggu kemarin habis maen futsal di Kuningan barengan seorang teman dari jaman SMA yang sekarang bekerja di institusi yang sama, waktu rehat kita sedikit ngobrolin mas-masa SMA dulu.

Lulus SMA tahun 2001 berarti waktu masuk tahun 1998 setelah piala dunia di Perancis. Sempet pindah sekolah dari SMA di kawasan Kembar ke SMA di Solontongan, di SMA terdahulu cuman bertahan 4 bulan. Entah kenapa kurang enjoy aja, padahal udah akrab sama anak-anak yang laen. Tapi saya pikir keputusan itu adalah sebuah langkah besar dalam hidup saya.

Kembali ke masa SMA di Solontongan, banyak sekali kejadian-kejaian yang sampai sekarang masih dengan jelas terekam di otak. Seperti lihat adegan flashback di film.

Waktu kelas satu dijangkiti wabah gapleh, pokonya tiada hari atau tiada jam sekolah kosong tanpa gapleh!!!!! Kegilaan ini dicurahkan lewat lapak gapleh di sudut belakang kelas, bahkan teman-teman sekelas rela anti mendapatkan giliran termasuk para wanita. Tak jarang terdengar terikan “gapleh! balak! carter! dari kelas kami”. Pemain gapleh yang paling terkenal di kelas saat itu kalo ga salah Prayitno Guntur (bos, dimana sekarang?), Arli “burut” Ramdhan (sekarang jadi aparat yang nagih pajak), Budi “uday” Mulyadi (kerja di perusahaan setrum negara bos?), Wisnu Wardhana (liat vokalis kangen band rambutnya mirip sampeyan!! haha).. dan saya sendiri sebagai rookie yang bersinar (maklum anak pindahan).

kelas 1

kelas 1-7

Menginjak kelas dua dapat ruang kelas di ujung sekolah, percaya atau tidak ruang kelas saya jaraknya hampir 1km dari gerbang sekolah!!! Maka tak heran banyak teman saya kena marah guru karena terlambat. Bayangkan saja, jika kita tiba di gerbang sekolah tepat pada saat lonceng berbunyi dan pada saat bersamaan guru pelajaran pertama berangkat dari ruang guru maka dapat dipastikan kita terlambat sampai ke kelas. Selain itu ruangan kelas bersebrangan dengan tembok pembatas dengan dunia luar, tempat di balik tembok itu kita beri nama vietnam (lama kelamaan sebutan itu berkembang menjadi vietkong). Tempat itu adalah surga bagi para ahli “mabal” (anak yang bolos sekolah atau bolos pelajaran tertentu saja), disana kita bisa merokok dan menikmati kopi!!! dan dapat dipastikan pengunjung setia resort ini adalah anak-anak dari kelas saya.

Tetapi yang paling melekat dari kenangan di kelas dua adalah fakta bahwa kelas saya tergolong kelas yang gila (tak heran kita beri nama Too Sick!!) kekonyolan sering terjadi dan jayuz/guyonan segar kerap menggema di kelas kami. Salah satu keejadian gila yang pernah terjadi adalah pada suatu hari senin, disaat kelas lain (kelas 1,2,3) telah berbaris rapi di lapangan upacara anak2 kelas saya masih berdiam di dalam kelas (entah karena tidak mendengar lonceng atau terlalu sibuk mengerjakan pekerjaan rumah yang diselesaikan di sekolah hehehe…!!). Alhasil upacara tertunda 5 menit menunggu kehadiran kelas kami dan pada akhirnya setelah upacara kelas kami mendapat bonus dari guru berupa hukuman fisik (benar2 gila)….

kelas 2

kelas 2-6

Tahun terakhir di SMA dihabiskan disebuah kelas yang lebih mirip disebut arena Smackdown. Tiap hari murid laki-laki selalu bermain smackdown kalo ga salah yang paling hobi antara lain Anangga “juprie” (kapan kawin dengan si reni??), Wiedy “bagong” giribaldi (buka ternak sapi? masa sapi piara sapi?), Wendi “codet” (masih maen mario bros?), Candresa “cadoet” (asuuuuu), Sandhi “akpol” (siap letnan!!), Sahrial “april mop” Dwi Nugroho, Reva “kuskus” Gerhana (masih hidupkah dikau?). Korban pun tak jarang berjatuhan seperti wendi yang kacamatanya remuk dihantam badan segede karungnya wiedy, bukannya berusaha mengganti jam si wendi paa atlit smackdown malah ngejek jamnya wendi yang dianggap murahan. Korban paling tragis adalah Rina, cewek mungilpenghuni abadi bangku belakang kelas. Kepala terbentur dengan keras ke tembok gara-gara terdorong badan wiedy (lagi) saat lagi bergulat denga anangga.. walhasil rina menangis tetapi sambil menahan sakit bercampur tawa (ko bisa?). Soalnya begitu kepala terbentur, beberapa anak lelaki malah bilang “temboknya ga apa-apa??” walah….

Tapi yang lebih menakjubkan lagi adalah saat saya bersama teman-teman bolos pelajar fisika tanpa menyisakan satu orang pun di dalam kelas!!!!! ruuuuaaaarrrrr biasa kan??

kelas 3

kelas A-1
Tulisan di atas hanyalah sebagian kecil aja peristiwa yang pernah saya alami waktu jaman SMA dulu, yang kalo diceritakan cerita-lain niscaya butuh waktu lebih dari 4 bulan (karena saya percaya memori manusia kapasitasnya lebih besr dan hebat dibandingkan dengan komputer terhebat sekalipun!!)…

Inget jaman SMA jadi inget lagu Rocket Rockers:

Pejamkan mata terulang kembali

Tertulis keras hadirkan Fantasi

Tak tersa berakhir di sini

Tiga tahun terindah takkan terulang lagi

 ……………putih abu takkan kembali……………. 

 rr

 

 

sma 8

lanjut lain kali yaaaks

4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s