MLM ( MAKIN LAMA MELARAT )

Ada sebuah cerita lucu yang saya dapat hari sabtu (3 November 2007) kemarin.
Siang hari sekitar pukul 12.30 saya ikut “nongkrong” secara tidak sengaja di sebuah warung makan di depan stasiun pasar senen. Pada hari itu saya baru selesai bermain futsal dengan teman sekantor di sunter, saat pulang saya nebeng mobil kawan sampai stsiun senen. Siang itu jakarta di guyur hujan deras dan perut saya berteriak minta diisi, jarak ke rumah masih lumayan jauh dan rasanya lebih baik saya mencari tempat makan dulu. Akhirnya saya mampir ke sebuah tempat makan seorang bapak yang cukup tua berukuran 3×4 m di depan pintu masuk stasiun senen jl. kramat bunder.

Sambil makan saya ikut mendengarkan pembicaraan beberapa orang (semuanya pria) yang terlebih dahulu “nongkrong” di sana. Dari isi pembicaraan dapat saya simpulkan bahwa mereka adalah pedagang eceran/serabutan. Mereka banyak membicarakan peluang usaha yang paling baru juga sedikit saling curhat masalah di rumah ataupun sekadar berkelakar mengenai sulitnya hiup di ibukota dewasa ini.

Saat saya sedang menyeruput kopi susu (setelah selesai makan), saya mendengar celetukan salah seorang dari mereka yang membuat saya ikut tertawa. Seseorang itu berkata: “gw kemarin liat bapak X make bmw loh!!, gw rasa dia itu yang ikut tianshi ya??”…

Yang laen menimpali: “MLM kan??, wah kata gw mah MLM tuh MAKIN LAMA MELARAT”, yang segera disambut gelak tawa orang yang ada di warung makan itu (termasuk saya tentunya).

Mengapa mereka atau bahkan saya tertawa?? Memang ada apa dengan MLM?

Multi-level marketing adalah sistem penjualan dengan memanfaatkan konsumen langsung sebagai tenaga penyalur. Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumsi adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi. Klik Bos!

Dalam pemikiran saya yang awan atau ndeso kata mas tukul, guyonan tentang makin lama melarat ada benarnya. Buktinya hingga saat ini tidak satupun keluarga atau teman saya ada yang sukses dalam bisnis MLM-nya, malah lebih banyak yang berhenti di tengah jalan.

Dalam pikiran saya, MLM adalah miliknya para pemodal/pendiri MLM itu sendiri… karena menurut hemat saya MLM itu gak ada bedanya dengan money game, yang di atas menghisap darah yang dibawah…. (apapun kata orang lain, inilah pendapat saya! catat loh, pendapat saya).

MLM

Masalah di dalam MLM sering terjadi bila sistem komisi menjurus kepada money game. Uang keanggotaan downline secara virtual telah dibagikan menjadi komisi untuk upline. Sementara harga barang menjadi terlalu mahal untuk menutupi pembayaran komisi kepada upline. Dalam jangka panjang, hal ini membuat komisi menjadi tidak seimbang, di mana komisi telah melebihi harga barang dikurangi harga produksi. Klik Bos!

Selain itu saya pribadi menganggap kalo ikut berkecimpung dalam MLM rasanya kurang sreg… masalah syar’i jadi alasannya. Klik Bos!

MLM

Makasi PIC-nya Bos!

Yah pada akhirnya saya ga ambil pusing dengan namanya MLM, toh saya ga (pernah) terlibat di dalamnya.
satu hal yang pasti paham MLM (makin lama makin melarat) yang saya anut benar adanya…..

5 comments

  1. anda bekerja dikantor berarti anda juga ikut mlm
    selamat menempuh hidup anda sendiri pikirkan sebelum bicara
    mulutmu adalah perbuatanmu
    kalo ada mlm yang sperti piramid itu dosa
    kalo yang sama2 untung itu halal
    silahkan pikirkan kalu belum tahu tanyakan pada yang tahu jangan asal hati anda yang berbicara

  2. Jika dalam suatu agama terdapat sebuah aliran sesat dan kebetulan anda berada di dalamnya, kemudian belakangan anda baru menyadari bahwa aliran yang anda ikuti itu adalah aliran sesat, apakah anda akan membenci agamanya?

    Jika di Indonesia terdapat beberapa pejabat yang bajingan, apakah anda membenci negara ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s