Geng Motor ”Membakar” Jalanan Kota Bandung
BRIGEZ, XTC, Moonraker (M2R), dan GBR. Sebagian besar warga Bandung langsung mengenalnya sebagai geng motor. Nama-nama itu tersebar dalam bentuk coretan cat semprot di tempat-tempat umum seperti dinding, jembatan, hingga rolling door. Ada juga yang mengenalnya dari berita-berita kriminal, baik di koran, TV, atau dari mulut ke mulut. Keempat nama itu merupakan bagian dari sejumlah klub atau geng motor yang masih eksis di Kota Bandung.
Belakangan, dua geng yang namanya masih mencuat ialah Brigez dan XTC. “Perang” geng antarkeduanya kerap terjadi. Terkadang meminta korban luka hingga korban jiwa. Kasus terakhir, tewasnya Sandy Kurnia alias Tile saat terjadi ”perang” geng motor Brigez dan XTC di Jln. Saturnus Raya, Bandung, Sabtu, 11 Agustus 2007 lalu.
Mencari tahu penyebab “perang” antargeng motor, gampang-gampang susah. Ada beberapa versi pemicu awal “perang” antargeng. Dari wawancara ”PR” dengan sejumlah pentolan geng motor, semua mengerucut pada satu peristiwa antara tahun 1989 atau 1990 (sumber ”PR” lupa tahun persisnya).
Dipicu oleh pertengkaran antara Erdin (Ketua GBR saat itu) dengan Abuy (XTC), yang berujung pada perkelahian di kawasan Dago. Usai perkelahian, Abuy membawa kabur motor Yamaha RX King milik Erdin. ”Dulu, perkelahian memang antarpribadi, satu lawan satu,” ucap D’Cenk, pentolan XTC tahun 1980-an yang kini menjadi pengajar.
Keduanya lalu didamaikan anak-anak XTC lainnya. Motor milik Erdin dikembalikan, tetapi tanpa lampu depan. Saat diminta, Abuy tidak mau mengembalikannya. ”Dari sana terpatri di benak anak-anak GBR bahwa XTC musuh GBR,” tutur D’Cenk yang tidak mau ditulis nama aslinya.
Pada pertengahan tahun yang sama, suatu malam, anak-anak XTC bertemu dengan GBR di Jln. Supratman Bandung. Versi D’Cenk, GBR sepertinya telah menyiapkan peralatan “perang” di antaranya batu, samurai, kapak, balok dan lain-lain. ”Kita tidak siap apa-apa. Paling hanya double stick dan rantai,” katanya.
Geng XTC mengejar GBR dan berhenti di sekitar Gasibu. ”Mereka pura-pura kabur dan sengaja dibawa ke Gasibu. Di sana, anggota mereka yang lainnya sudah siap. Kami kelabakan karena kalah jumlah. Teman kami Arif, tertinggal. Saat kami balik lagi ke tempat itu, dia sekarat. Sebelum meninggal, dia berpesan agar kematiannya dibalas. Itulah asal muasalnya,” kata D’Cenk.
Perseteruan GBR vs XTC kian melebar dan meminta banyak korban. Suasana kian keruh ketika geng-geng itu melibatkan atau meminta bantuan geng lainnya seperti Brigez atau Moonraker. Akhirnya, semua geng saling bermusuhan dan kerap terlibat tawuran hingga saat ini.
Menganiaya korban
Selain meminta korban sesama anggota geng, tindakan mereka juga mengambil korban masyarakat biasa. Tak salah jika masyarakat menyebut geng-geng motor tersebut tidak berbeda dengan perampok atau pencuri.
Tindak kejahatan yang dilakukan sebagian besar perampasan barang berharga milik korban, seperti uang, HP, dompet, hingga motor. Dalam aksinya, mereka tak segan-segan menganiaya korban.
Salah satu yang pernah “mencicipi” aksi kriminal geng motor ialah seorang penulis lepas di harian “PR”, Agus Rakasiwi. Dadanya ditusuk senjata tajam anggota geng motor yang hendak merampas dompet miliknya.
Geng motor memang merajai jalanan di Kota Bandung. Polisi pun dilawan, dan tak berkutik. Meski jabatan Kapolwiltabes Bandung beberapa kali diganti, aksi geng motor tak pernah bisa hilang.
Dulu, biasanya di setiap geng ada anggota yang memiliki beceng alias senjata api. ”Biasanya mereka anak-anak pejabat, polisi, atau ABRI (tentara). Makanya kita berani karena ada mereka-mereka itu,” tutur Diki alias Si Rajin (Si Raja Jin), anggota Brigez tahun 1980-an.
Mantan Komandan Perang Brigez itu mengatakan, senpi itu kerap dibawa saat penyerangan, tetapi hanya untuk menakut-nakuti. ”Tetap saja kita perangnya pakai balok kayu, batu, rantai, samurai, atau stik bisbol. Dan perlu saya garis bawahi, semua itu dilakukan untuk keperluan perang geng. Bukan tindak kriminal seperti sekarang yang korbannya masyarakat,” ucap pria beranak satu yang selalu bersikap kalem ini.
Dari waktu ke waktu, keberingasan geng motor memang mengarah ke tindak kriminal murni. Sejumlah sesepuh geng motor tidak menampik bahwa geng-geng motor sekarang bisa saja dijadikan sarana peredaran narkoba. ”Dulu saja banyak bandar yang menawarkan barangnya. Waktu itu zamannya putaw sedang tren. Harus diakui, ada beberapa anggota geng yang memakainya, bahkan menjualnya ke anggota geng lainnya,” kata Ocan Brigez.
Bukan tidak mungkin, geng-geng motor itu suatu saat nanti berkembang menjadi kelompok kejahatan yang terorganisasi.
Hal itu juga diamini oleh D’Cenk. Salah satu tindak kejahatan yang pernah dilakukan XTC di zaman kepemimpinan Irvan Boneng tahun 1995, yaitu merampok toko emas di Tasikmalaya. ”Makin ke sini, saya lihat tindakan mereka makin kriminal saja. Makanya, tahun 1991 saya menyatakan keluar dari XTC. Semua atribut yang berbau XTC mulai dari jaket, kaus, dan bendera, saya bakar. Sejak itu, saya tidak mau lagi berurusan dengan geng motor. Langkah saya itu diikuti sejumlah dedengkot XTC lainnya,” ucapnya.
Ia melihat, anggota geng motor saat ini tidak lebih dari anak-anak yang kurang perhatian dari orang tua mereka. ”Mereka itu ingin cari perhatian dan dipuji-puji rekan satu gengnya karena di rumah tidak mendapat kasih sayang orang tua. Saya yakin, mereka itu orang-orang pengecut karena berani bertarung kalau banyakan. Tidak man to man seperti dulu,” ucapnya.
Oleh karena itu, dia berharap polisi berani bertindak tegas terhadap geng motor sebelum mereka menjadi kelompok kejahatan terorganisasi. Mereka memang bisa saja ”membakar” jalanan Kota Bandung dengan segala aksi kriminal, layaknya geng motor Hell’s Angels yang ”membakar” jalanan di Benua Amerika. (Satrya/”PR”)



geng motor makin ke sini makin pucing pucing pucing
waspadalah waspadalah………
Tembak di tempat geng motor!!
Lieur aaah ngomongin tentang gang. Persaan dulu gang2 kaya GBR, Brigez, XTC, Moonraker dan lainnya ampir gak ada kejadian kaya sekarang ini. Sepertinya dikarenakan terlalu banyak anggota makanya para pemimpin gang tidak bisa mengontrol tingkah laku anggotanya.
menurut saya GENG MOTOR sanagt menakutkan dan berbahaya
BRIGEZ ANJING!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
GBR ANJING !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
aink budak BRIGEZ.lamun polisi rek narewakan barudak cobaan weh lamun sanggup mah!!!!!da BRIGEZma abdi nepi kamana wae oge..moal bisa bubar.jeung hiji dei candra ocan deuleukeun sia.;maneh gede diBRIGEZ dimana2 penghianat bakal modarrrr,BRIGEZ ABADI m2r anjink…gbr tai…xtc BANCIIIIII
Saya termasuk salah satu warga bandung yg prihatin dengan keributan antar genk di bandung, saya juga pernah gabung di M2R & XTC (1989 – 1999). jaman saya justru klopun ribut (kelahi) ya 1 lawan 1 hanya yg punya urusan saja, walaupun ada juga sih yang tawuran.
Saya waktu di XTC kenal dengan ketua BRIGEZ `Cepot` bahkan sering kongkow bareng di daerah Tongkeng, dan baik2 saja. namun semenjak tahun 2000 saya kerja diluar kota, saya sering dengar berita ttg keributan antar genk yang menjurus kriminal….
semoga semua genk di bandung bisa Damai!!! Peace….
Fuck buat anak2 motor pengecut itu…..
Salam dari biker jatim…..
aku suka berantem tapi cuma ama musuhku bukan orang yang gak ngerti apa2…….
anak motor itu dikenal sebagai jiwa yang penuh solidaritas dan sosial bos….. bukan jiwa bajingan seperti itu……
berhenti berbuat begitu mari kita balap bareng sampai mati keclekaan dijalan, bukan mati tauran …..
ga semua anak xtc pada brutal itu senua karena olok2 gbr
geng motor = pengecut
ga da yg perlu di banggain jd anak geng klo bikin karya negatif..
tp klo positif gw dukung dg segenap hati..hehe
balapan motor di jalanan…? ikut racing aja kale…kan prestasi tuh…
satu kata buat geng motor “BANCI”
biarkan mereka tetap ada karena memang begitulah keadaan kehidupan dinegara kita hanya cara kerjanya saja yang berbeda lihatlah para pejabat sekarang mereka lebih beringas dari pada geng motor mereka yang buat aturan mereka pula yang melanggar.
orang-orang aneh yang mau masuk geng motor tsb.oke aja klo awalnya cuma perkumpulan motor2 biasa.klo smpe bikin warga resah GIMANA????
Hati2 deh….
Menurut saya, seharusnya pemerintah maupun aparat lebih tanggap lagi mengenai masalah ini. seperti misalnya, Razia di sekolah, maupun dijalan lebih diperbanyak lagi…. dan kalo bisa, segera bubarkan ”
“Geng Setan” itu
mohon kpd pemerintah agar bakat saudara2 kt d geng motor disalurkan kpd olahraga balap motor yg resmi. khususnya kpd bapak menpora adhyaksa dault. mereka melakukan ini karena ingin bakatnya disalurkan.
harusnya beberapa (lebih baik banyak) anggota geng tersebut dibunuh saja oleh polisi, agar para jagoan – jagoan geng motor tersebut bisa mengendalikan perbuatannya tersebut dan berpikir 2 kali sebelum berbuat sesuatu
para geng motor tersebut norak banget yach, kaya anak kampung
bagaimana kalau xtc vs gbr tempur dibandung ceritakan gambar tempurnya
iya tuh anak2 muda ada2 aja.coba cari kegiatan yang positif.terkenal karena kenakalan dan keancuran?ga malu tuh.Adu Bo Cape Deee…
MOHON AGAR GENG MOTOR DIBERANTAS/DIBINA LAGI SUPAYA LEBIK BAIK
BY
P G C
HIduplah dan jayalah exalt to coitus{xtc}
xtc is my life
sexy road gw bgt
buat anak2 xtc se-bandung raya…..
harumkan nama xtc dan jadikanlah bandung lautan biru xtc…
cayoooo………..